Tren rambut karpet merah 2026 membawa pesan yang cukup jelas: romantisme retro kini menggantikan gaya ultra-perfect yang bertahun-tahun mendominasi panggung penghargaan dunia. Dari Critics Choice Awards di awal tahun hingga Grammy, selebriti global kompak memilih gaya yang terinspirasi dekade silam — dihadirkan kembali dengan sentuhan modern yang segar.
Tren Rambut Karpet Merah 2026: Retro Romantis Mengambil Alih
Pagelaran Critics Choice Awards ke-31 pada 4 Januari 2026 di Barker Hangar, Santa Monica, menjadi semacam pernyataan pembuka. Mia Goth tampil dengan French Twist bergaya 1990-an yang dikerjakan oleh penata rambut Gregory Russell — curtain bangs dramatis, volume di bagian mahkota, berpadanan dengan gaun putih Dior. Ariana Grande hadir dengan arah berbeda: stylist Alyx Liu mengubah warna rambutnya dari pirang ke cinnamon auburn, lalu menata romantic bun dengan wispy bangs dan cascading barrel curls yang terinspirasi era Regency. Jessica Williams memegang jalur 1960-an melalui tangan penata rambutnya SherriAnn Cole — half-up, half-down dengan rambut lurus berujung melengkung, diikat pita hitam yang simple dan chic.
Tapi paling membekas adalah Odessa A’zion dengan rambut volume penuh ala Stevie Nicks era 1970-an yang memicu debat di media sosial. A’zion sendiri menanggapi dengan santai: “There’s a whole debate, ‘Is it a wig? Is it not?’ I guess we’ll never know. The gag is, in the New York premiere [of Marty Supreme] it took me five hours to do my hair, and everyone thinks it’s a wig.” (Who What Wear)
Dari Mermaid Hair hingga Bixie: Variasi Gaya di Musim Penghargaan
Who What Wear merangkum tujuh tren kecantikan paling dominan sepanjang musim penghargaan 2026, dan rambut menjadi kategori dengan variasi terbesar. Mermaid hair — rambut panjang yang menjuntai hingga pinggang — menjadi pilihan Halle Bailey, Tessa Thompson, Zara Larsson, dan Lisa dari Blackpink. Malcolm Marquez, penata rambut selebriti, menyebutnya sebagai pernapasan segar bagi red carpet: “I think there’s an effortlessness to the mermaid hair that is refreshing” dan “it’s complementary to romantic looks.”
Di sisi lain, bixie — hibrida antara pixie dan bob — hadir lewat Taylor Swift dan Jessie Buckley. Penata rambut Nikki Nelms menjelaskan daya tariknya: “It’s a great style to have if you want to confidently grow out your pixie.” Bagi yang ingin perubahan drastis tapi belum siap berkomitmen ke pixie penuh, bixie menjadi jalan tengah paling elegan di 2026.
Gaya low and loose knot — updo longgar yang terlihat lebih kasual dari sanggul formal — dipilih Sabrina Carpenter, Jenna Ortega, dan Miley Cyrus. Ini bukan ketidakrapian, melainkan pernyataan estetis yang disengaja. Evanie Frausto, penata rambut selebriti, menangkapnya tepat: “There’s a real shift happening. After years of ultra-snatched, sculpted hair, people are craving something that feels romantic.” Ia juga menambahkan: “We’re moving away from perfection… now, there’s a desire for softness.” (Who What Wear)
Apa Kata Para Penata Rambut Selebriti tentang Arah 2026
Di balik setiap tampilan karpet merah, ada penata rambut yang membaca arah zaman lebih cepat dari siapa pun. Matthew Curtis, editorial hairstylist, melihat 2026 sebagai tahun yang lebih mementingkan repeatability dan retention — gaya yang mudah direproduksi dan bertahan baik saat tumbuh. “Rounded lobs continue to perform strongly because they offer versatility,” ujarnya. Soal modern mullet yang makin diperhalus: “The modern mullet remains relevant but has softened to increase its commercial appeal.”
Danielle Priano, hairstylist berbasis di New York City, merangkum semangat 2026 dengan ringkas: “Twenty-twenty-six is less about extreme trends and more about wearability. The cuts are cleaner, more sculpted, and designed to grow out well.” Ia juga mengingatkan soal teknik: “Let the haircut do the work. Add volume at the root, keep movement soft through the ends, and avoid over-styling.”
Sementara Lacy Redway tetap kukuh soal bob: “Bobs are not going anywhere in 2026, especially when it concerns the sculpted kind. They can stand the test of time because they are chic and classic.” (Who What Wear)
Tren Rambut Pria 2026: Yang Paling Banyak Diminta di Barbershop
Karpet merah memang lebih sering disorot dari sisi perempuan, tapi tren rambut pria 2026 sama menariknya. Popbela mencatat setidaknya dua belas gaya rambut pria yang sedang naik daun, mencakup spektrum dari klasik hingga terinspirasi budaya pop Korea. (Popbela)
Modern Mullet tampil kembali, tapi jauh lebih diperhalus dari versi original era 1980-an. Sisi samping di-fade rapi, bagian atas bertekstur, bagian belakang sedikit lebih panjang dengan gradasi yang smooth. Warrior Cut — yang sengaja terlihat seperti “baru bangun tidur” tapi tetap diperhitungkan — juga masuk daftar yang banyak diminta. Korean Haircut, mencakup comma hair dan two-block, terus memenangkan hati pemuda perkotaan yang menginginkan tampilan bersih dan modern.
Untuk yang lebih konservatif, Textured Crop dan Low Taper Fade tetap aman sekaligus tidak membosankan. Textured Crop menghadirkan dimensi di bagian atas, sementara Low Taper Fade menciptakan siluet bersih di sisi kepala yang cocok untuk hampir semua bentuk wajah.
Menyesuaikan Tren Rambut 2026 dengan Iklim Tropis Indonesia
Semua tren di atas lahir dari panggung Hollywood dan runway Eropa — tapi bagaimana relevansinya di Indonesia? Penulis Gracia Irene di Popmama mengingatkan tantangan nyata: iklim Indonesia dengan kelembapan tinggi, keringat, dan banyaknya aktivitas luar ruangan membuat gaya yang sempurna di karpet merah sulit dipertahankan sepanjang hari. (Popmama)
Solusi yang paling sering direkomendasikan adalah produk-produk ringan: leave-in conditioner, heat protectant, light serum, dan hairspray fleksibel. Gaya seperti ballerina bun atau low knot justru lebih cocok di iklim tropis daripada mermaid hair panjang yang rentan lepek terkena panas dan lembap. Di Bali — yang merupakan kota yang terus berkembang memadukan modernitas dan tradisi — tren rambut juga bergerak seiring gaya hidup urban yang semakin dinamis. Wisatawan dari berbagai penjuru dunia membawa referensi visual baru yang perlahan mengubah permintaan di barbershop dan salon lokal.
Di sinilah tempat-tempat seperti Selah Selah Barber memainkan peran yang tidak kecil. Barbershop di Denpasar ini bukan sekadar tempat potong rambut — ia menjadi ruang di mana tren global berdialog dengan kebutuhan dan estetika lokal. Ketika seorang pemuda Bali datang meminta modern mullet atau warrior cut, ia menghubungkan dirinya dengan tren yang sama yang bermain di karpet merah Hollywood, hanya dalam versi yang lebih sehari-hari.
Bali juga punya kalender budaya yang unik. Menjelang Nyepi misalnya, mobilitas penduduk melonjak tajam — sebagaimana tercermin dari lonjakan penumpang di Pelabuhan Sanur yang naik 80 persen dua hari sebelum Nyepi — yang juga berarti banyak orang ingin tampil prima sebelum memasuki periode sunyi. Barbershop biasanya penuh di hari-hari seperti ini.
Sebelum Mengikuti Tren: Apa yang Perlu Dipertimbangkan
Mengadopsi tren rambut bukan soal menyalin gaya selebriti secara mentah-mentah. Danielle Priano mengingatkan: gaya terbaik adalah yang dirancang untuk “grow out well” — tidak merepotkan perawatannya setelah beberapa minggu. Bagi yang gemar beraktivitas di alam Bali — termasuk berbagai wisata dan eksplorasi kawasan hijau yang menjadi daya tarik besar bagi pengunjung Bali — gaya rambut yang tahan aktivitas fisik jauh lebih prioritas daripada yang hanya bagus di foto.
Low taper fade untuk pria atau ballerina bun untuk perempuan adalah dua pilihan yang merangkum filosofi tren 2026 dengan tepat: bersih, praktis, dan tetap relevan berminggu-minggu setelah keluar dari kursi barbershop. Tahun 2026 tidak meminta siapa pun untuk tampil ekstrem — yang dimintanya hanyalah tampil dengan niat, dengan gaya yang sungguh-sungguh cocok untuk cara hidup pemiliknya.