Agrowisata Tupai Emas, Wisata Edukasi Hewan dan Tumbuhan di Denpasar

67d0ac5ed4640.jpg



Denpasar

Di jantung Kota Denpasar, bali, tersembunyi sebuah permata wisata edukasi bernama Agrowisata Tupai Emas. Berlokasi di Ekowisata Subak Sembung Peguyangan, tempat ini menawarkan kombinasi sempurna antara rekreasi dan edukasi bagi anak-anak.

Anak-anak dapat menikmati interaksi dengan hewan dan tumbuhan sambil menambah wawasan. Agrowisata Tupai Emas didirikan oleh I Wayan Yuliartana dan istrinya pada November 2022.

Agrowisata Tupai Emas di Denpasar, bali, Sabtu (1/2/2025). (Fabiola Dianira/detikBali)

Awalnya, tempat ini hanya bertujuan untuk wisata dan edukasi bercocok tanam tanaman anggrek. Wayan juga menambahkan aktivitas memetik buah dan bunga. Namun, dia melihat bahwa pengunjung yang didominasi anak-anak lama-kelamaan menjadi bosan.

“Akhirnya saya ubah sedikit konsepnya menjadi edukasi binatang dan tumbuhan untuk anak-anak dan ada juga program sendiri untuk orang tua,” jelas Wayan ditemui detikBali, Sabtu (1/2/2025).

Wayan mengatakan bahwa wisata ini juga mendukung program Kurikulum Merdeka yang mewajibkan mereka belajar di lapangan. Selain itu, tujuan Wisata Tupai Emas adalah untuk memutus hubungan anak-anak dengan gadget dan mengenalkan mereka pada binatang dan tumbuhan yang jarang mereka temui.

Daya Tarik

Agrowisata Tupai Emas menerima dua tipe pengunjung anak-anak. Pengunjung umum dan kunjungan dari sekolah-sekolah lokal maupun internasional.

Pengunjung anak-anak umum dapat menikmati kegiatan mewarnai, makan, bermain ayunan, memetik beberapa bunga, berinteraksi dengan binatang, dan edukasi binatang dan tumbuhan.

Agrowisata Tupai Emas di Denpasar, bali, Sabtu (1/2/2025). (Fabiola Dianira/detikBali)

Sedangkan kunjungan kelompok dari sekolah terkait dengan Kurikulum Merdeka. Anak-anak akan diberikan edukasi lebih lanjut mengenai hewan, pemanfaatan tumbuh-tumbuhan, memetik beberapa tumbuhan, edukasi dan praktik pembuatan eco enzyme, juga edukasi tentang ketahanan pangan seperti sorgum sebagai pengganti beras.

Selain anak sekolah, Wayan juga menerima kedatangan mahasiswa S1 dan S2 untuk penelitian mengenai agrobisnis di Agrowisata Tupai Emas. Tak ketinggalan juga program ‘healing’ khusus untuk orang tua yang dipatok dengan biaya Rp 600.000.

“Seperti Tri Hita Karana. Agrowisata ini menunjukkan adanya hubungan sesama manusia, manusia dan alam, juga hubungan manusia dengan yang di atas,” ucap Wayan.

Agrowisata Tupai Emas ini buka setiap hari dari pukul 08.00 Wita-12.00 Wita. Kemudian istirahat hingga pukul 15.00 Wita dan buka kembali hingga pukul 19.00 Wita.

Agrowisata Tupai Emas di Denpasar, bali, Sabtu (1/2/2025). (Fabiola Dianira/detikBali)

Untuk tiket masuk pengunjung umum tidak dipatok biaya tertentu atau dengan kata lain sukarela. Namun, Wayan mewajibkan pengunjung untuk membeli makan, snack, dan minum di kafenya dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp 2.000-Rp 15.000.

Untuk kelompok kunjungan dari sekolah dipatok dengan harga Rp 200.000 untuk keperluan pakan hewan dan pupuk.

Agrowisata Tupai Emas di Denpasar, bali, Sabtu (1/2/2025). (Fabiola Dianira/detikBali)

(nor/nor)

### Menjelajahi Agrowisata Tupai Emas Lebih Dalam

Agrowisata Tupai Emas tidak hanya sekadar destinasi wisata biasa, melainkan sebuah tempat yang menggabungkan unsur rekreasi dan pendidikan dalam satu paket menarik. Dengan lokasi yang strategis di Ekowisata Subak Sembung Peguyangan, Denpasar, tempat ini menjadi tujuan utama bagi keluarga yang ingin memberikan pengalaman baru bagi anak-anak.

#### Konsep dan Sejarah Pendirian

Agrowisata Tupai Emas didirikan pada November 2022 oleh pasangan suami istri, I Wayan Yuliartana dan istrinya. Awalnya, konsep tempat ini berfokus pada wisata dan edukasi bercocok tanam, terutama tanaman anggrek. Namun, seiring berjalannya waktu, Wayan menyadari bahwa pengunjung, terutama anak-anak, mulai merasa bosan dengan aktivitas yang monoton.

Untuk mengatasi hal tersebut, Wayan mengubah konsep Agrowisata Tupai Emas menjadi lebih inklusif dan menarik. Kini, tempat ini tidak hanya menawarkan edukasi tanaman, tetapi juga interaksi langsung dengan hewan. Selain itu, Wayan juga merancang program khusus untuk orang tua, sehingga seluruh anggota keluarga dapat menikmati waktu mereka di sini.

#### Dukungan untuk Kurikulum Merdeka

Salah satu aspek menarik dari Agrowisata Tupai Emas adalah dukungannya terhadap Kurikulum Merdeka. Wayan menjelaskan bahwa tempat ini dirancang untuk memfasilitasi pembelajaran di luar kelas, sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pentingnya pengalaman langsung.

Melalui berbagai aktivitas, anak-anak tidak hanya belajar tentang hewan dan tumbuhan, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kelestarian alam. Hal ini sejalan dengan misi Agrowisata Tupai Emas untuk mengurangi ketergantungan anak-anak pada gadget dan membuka mata mereka terhadap keindahan dan manfaat alam.

#### Aktivitas Seru untuk Anak-Anak

Agrowisata Tupai Emas menawarkan beragam aktivitas menarik yang dirancang khusus untuk anak-anak. Bagi pengunjung umum, anak-anak dapat menikmati berbagai kegiatan seperti mewarnai, bermain ayunan, memetik bunga, dan berinteraksi dengan hewan.

Selain itu, mereka juga akan mendapatkan edukasi tentang berbagai jenis hewan dan tumbuhan yang ada di sana. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membantu meningkatkan pengetahuan dan kecintaan anak-anak terhadap alam.

#### Program Khusus untuk Sekolah

Bagi sekolah yang ingin mengadakan kunjungan edukatif, Agrowisata Tupai Emas menyediakan program khusus yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Anak-anak akan diajak untuk mempelajari lebih dalam tentang hewan, memanfaatkan tumbuhan, dan bahkan praktik langsung dalam pembuatan eco enzyme.

Selain itu, mereka juga akan mendapatkan edukasi tentang ketahanan pangan, termasuk mengenal sorgum sebagai alternatif pengganti beras. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif dan praktis.

#### Penelitian dan Program ‘Healing’

Tidak hanya untuk anak-anak, Agrowisata Tupai Emas juga membuka pintu bagi mahasiswa S1 dan S2 yang ingin melakukan penelitian mengenai agrobisnis. Tempat ini menyediakan fasilitas dan lingkungan yang mendukung untuk berbagai penelitian terkait pertanian dan peternakan.

Selain itu, untuk orang tua, Agrowisata Tupai Emas juga menawarkan program ‘healing’ dengan biaya Rp 600.000. Program ini dirancang untuk memberikan ketenangan dan relaksasi, sambil menikmati keindahan alam di sekitar. Dengan konsep Tri Hita Karana, program ini menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.

#### Jam Buka dan Biaya Masuk

Agrowisata Tupai Emas buka setiap hari dari pukul 08.00 Wita hingga 12.00 Wita, kemudian istirahat dan buka kembali pada pukul 15.00 Wita hingga 19.00 Wita. Untuk tiket masuk pengunjung umum, tidak ada biaya yang ditetapkan secara khusus, karena sistem yang digunakan adalah sukarela.

Namun, Wayan mewajibkan pengunjung untuk membeli makanan, snack, dan minuman di kafe yang disediakan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 15.000. Sementara itu, untuk kunjungan kelompok dari sekolah, biaya yang ditetapkan adalah Rp 200.000, yang akan digunakan untuk keperluan pakan hewan dan pupuk.

### Kesimpulan

Agrowisata Tupai Emas adalah destinasi wisata edukasi yang patut dikunjungi, terutama bagi keluarga dengan anak-anak. Dengan beragam aktivitas menarik dan program yang mendukung pembelajaran, tempat ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif. Selain itu, konsep Tri Hita Karana yang diusung oleh Wayan juga memberikan nilai tambah, mengingatkan kita untuk selalu menjaga hubungan harmonis dengan sesama, alam, dan Tuhan. Jadi, jika Anda berada di Denpasar, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Agrowisata Tupai Emas dan merasakan pengalaman yang tak terlupakan.

(nor/nor)